Cari Blog Ini

Sabtu, 23 September 2017

Bascom avr Full Version + Tutorial ( Download )




Bahasa pemprograman BASIC dikenal di seluruh dunia sebagai bahasa pemrograman handal, cepat, mudah dan tergolong kedalam bahasa pemprograman tingkat tinggi. Bahasa BASIC adalah salah satu bahasa pemprograman yang banyak digunakan untuk aplikasi mikrokontroler karena kemudahan dan  kompatibel terhadap mikrokontroler jenis AVR dan didikung oleh compiler software berupa BASCOM-AVR.
Kontruksi bahasa BASIC pada BASCOM-AVR
Setiap bahasa pemprograman mempunyai standar penulisan program. Konstruksi dari  program bahasa BASIC harus mengikuti aturan sebagai berikut:

$regfile = “header”
’inisialisasi
’deklarasi variabel
’deklarasi konstanta
Do
’pernyataan-pernyataan
Loop
end
Pengarah preprosesor
$regfile = “m16def.dat” merupakan pengarah pengarah preprosesor bahasa BASIC yang memerintahkan untuk meyisipkan file lain, dalam hal ini adalah file m16def.dat yang berisi deklarasi register dari mikrokonroller ATmega 16, pengarah preprosesor lainnya yang sering digunakan ialah sebagai berikut:
$crystal = 12000000  ‘menggunakan crystal clock 12 MHz
$baud = 9600             ‘komunikasi serial dengan baudrate 9600
$eeprom                     ’menggunakan fasilitas eeprom
Tipe Data
Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena sangat berpengaruh pada program. Pemilihan tipe data yang tepat maka operasi data menjadi lebih efisien dan efektif.

Tabel 1 Tipe Data pada BASCOM AVR
No
Tipe
Jangkauan
1234
5
6
7
8
BitByteIntegerWord
Long
Single
Double
String
0 atau 10 – 255-32,768 – 32,7670 – 65535
-2147483648 – 2147483647
1.5 x 10^–45 – 3.4 x 10^38
5.0 x 10^–324 to 1.7 x 10^308
>254 by

Konstanta
Konstanta merupakan suatu nilai dengan tipe data tertentu yang tidak dapat diubah-ubah selama proses program berlangsung. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu diawal program.
Contoh :            Kp = 35, Ki=15, Kd=40

Variabel
Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program yang dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Nama dari variable terserah sesuai dengan yang diinginkan namun hal yang terpenting adalah setiap variabel diharuskan :

1.       Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf, max 32 karakter.
2.       Tidak boleh mengandung spasi atau symbol-simbol khusus seperti : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dan lain sebagainya kecuali underscore.
3.       Deklarasi
Deklarasi sangat diperlukan bila akan menggunakan pengenal (identifier) dalam suatu program.
Deklarasi Variabel

Bentuk umum pendeklarasian suatu variable adalah Dim nama_variabel AS tipe_data
Contoh : Dim x As Integer ‘deklarasi x bertipe integer

Deklarasi Konstanta
Dalam Bahasa Basic konstanta di deklarasikan langsung.
Contohnya : S = “Hello world” ‘Assign string

Deklarasi Fungsi
Fungsi merupakan bagian yang terpisah dari program dan dapat dipanggil di manapun di dalam program. Fungsi dalam Bahasa Basic ada yang sudah disediakan sebagai fungsi pustaka seperti print, input data dan untuk menggunakannya tidak perlu dideklarasikan.
Deklarasi buatan

Fungsi yang perlu dideklarasikan terlebih dahulu adalah fungsi yang dibuat oleh programmer. Bentuk umum deklarasi sebuah fungsi adalah :
Sub Test ( byval variabel As type)
Contohnya : Sub Pwm(byval Kiri As Integer , Byval Kanan As Integer)
Operator
Operator Penugasan
Operator Penugasan (Assignment operator) dalam Bahasa Basic berupa “=”.
Operator Aritmatika
*    : untuk perkalian
/     : untuk pembagian
+    : untuk pertambahan
-     : untuk pengurangan
%   : untuk sisa pembagian (modulus)
Operator Hubungan (Perbandingan)
Operator hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan dua buah operand atau sebuah nilai / variable, misalnya :

=          ’Equality X = Y
<          ’Less than X < Y
>          ’Greater than X > Y
<=        ’Less than or equal to  X <= Y
>=        ’Greater than or equal to X >= Y

Operator Logika
Operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator hubungan. Operator logika ada empat macam, yaitu :
NOT    ‘Logical complement
AND   ‘Conjunction
OR      ‘Disjunction
XOR   ‘Exclusive or

Operator Bitwise
Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit dari data yang ada di memori. Operator bitwise dalam Bahasa Basic :
Shift A, Left, 2    : Pergeseran bit ke kiri
Shift A, Right, 2   : Pergeseran bit ke kanan
Rotate A, Left, 2 : Putar bit ke kiri
Rotate A, right, 2 : Putar bit ke kanan
Pernyataan Kondisional (IF-THEN – END IF)
Pernyataan ini digunakan untuk melakukan pengambilan keputusan terhadap dua buah bahkan lebih kemungkinan untuk melakukan suatu blok pernyataan atau tidak. Konstruksi penulisan pernyatan IF-THEN-ELSE-END IF pada bahasa BASIC ialah sebagai berikut:

IF  pernyataan kondisi 1 THEN
‘blok pernyataan 1 yang dikerjakan bila kondisi 1 terpenuhi
IF pernyataan kondisi 2 THEN
‘blok pernyataan 2 yang dikerjakan bila kondisi 2 terpenuhi
IF pernyataan kondisi 3 THEN
‘blok pernyataan 3 yang dikerjakan bila kondisi 3 terpenuhi
Setiap penggunaan pernyataan IF-THEN harus diakhiri dengan perintah END IF sebagai akhir dari pernyatan kondisional.

Pernyataan Kondisional (SELECT-CASE-END SELECT)
Pernyataan ini digunakan untuk melakukan pengambilan keputusan terhadap banyak kondisi. Konstruksi penulisan pernyatan SELECT-CASE-END SELECT pada bahasa BASIC ialah sebagai berikut:
SELECT CASE  var
CASE ‘kondisi1 : ‘blok perintah1
CASE ‘kondisi2 : ‘blok perintah2
CASE ‘kondisi3 : ‘blok perintah3
CASE ‘kondisi4 : ‘blok perintah4
CASE ‘kondisi5 : ‘blok perintah5
CASE ‘kondisi’n’ : ‘blok perintah’n’
END SELECT ‘akhir dari pernyatan SELECT CASE


                     Gambar 2 Diagram alir Pernyataan Kondisional (SELECT-CASE-END SELECT)



Perbaikan Faktor Daya Menggunakan Kapasitor


Sebelum membahas tentang perbaikan faktor daya dengan menggunakan kapasitor, ada baiknya kita mengingat kembali tentang pengertian umum dari Daya Semu, Daya Aktif dan Daya Reaktif.
Dalam sistem listrik AC/Arus Bolak-Balik ada tiga jenis daya yang dikenal, khususnya untuk beban yang memiliki impedansi (Z), yaitu:

• Daya semu (S, VA, Volt Amper)
• Daya aktif (P, W, Watt)
• Daya reaktif (Q, VAR, Volt Amper Reaktif)

Untuk rangkaian listrik AC, bentuk gelombang tegangan dan arus sinusoida, besarnya daya setiap saat tidak sama. Maka daya yang merupakan daya rata-rata diukur dengan satuan Watt,Daya ini membentuk energi aktif persatuan waktu dan dapat diukur dengan kwh meter dan juga merupakan daya nyata atau daya aktif (daya poros, daya yang sebenarnya) yang digunakan oleh beban untuk melakukan tugas tertentu.

Sedangkan daya semu dinyatakan dengan satuan Volt-Ampere (disingkat, VA), menyatakan kapasitas peralatan listrik, seperti yang tertera pada peralatan generator dan transformator. Pada suatu instalasi, khususnya di pabrik/industri juga terdapat beban tertentu seperti motor listrik, yang memerlukan bentuk lain dari daya, yaitu daya reaktif (VAR) untuk membuat medan magnet atau dengan kata lain daya reaktif adalah daya yang terpakai sebagai energi pembangkitan flux magnetik sehingga timbul magnetisasi dan daya ini dikembalikan ke sistem karena efek induksi elektromagnetik itu sendiri, sehingga daya ini sebenarnya merupakan beban (kebutuhan) pada suatu sistim tenaga listrik.

Gambar 1. Segitiga Daya.
Pengertian Faktor Daya / Faktor Kerja
Faktor daya atau faktor kerja adalah perbandingan antara daya aktif (watt) dengan daya semu/daya total (VA), atau cosinus sudut antara daya aktif dan daya semu/daya total (lihat gambar 1). Daya reaktif yang tinggi akan meningkatkan sudut ini dan sebagai hasilnya faktor daya akan menjadi lebih rendah. Faktor daya selalu lebih kecil atau sama dengan satu.

Secara teoritis, jika seluruh beban daya yang dipasok oleh perusahaan listrik memiliki faktor daya satu, maka daya maksimum yang ditransfer setara dengan kapasitas sistim pendistribusian. Sehingga, dengan beban yang terinduksi dan jika faktor daya berkisar dari 0,2 hingga 0,5, maka kapasitas jaringan distribusi listrik menjadi tertekan. Jadi, daya reaktif (VAR) harus serendah mungkin untuk keluaran kW yang sama dalam rangka meminimalkan kebutuhan daya total (VA).
Faktor Daya / Faktor kerja menggambarkan sudut phasa antara daya aktif dan daya semu. Faktor daya yang rendah merugikan karena mengakibatkan arus beban tinggi. Perbaikan faktor daya ini menggunakan kapasitor.

Kapasitor untuk Memperbaiki Faktor Daya
Faktor daya dapat diperbaiki dengan memasang kapasitor pengkoreksi faktor daya pada sistim distribusi listrik/instalasi listrik di pabrik/industri. Kapasitor bertindak sebagai pembangkit daya reaktif dan oleh karenanya akan mengurangi jumlah daya reaktif, juga daya semu yang dihasilkan oleh bagian utilitas.
Sebuah contoh yang memperlihatkan perbaikan faktor daya dengan pemasangan kapasitor ditunjukkan dibawah ini:
Contoh 1. Sebuah pabrik kimia memasang sebuah trafo 1500 kVA. Kebutuhan parik pada mulanya 1160 kVA dengan faktor daya 0,70. Persentase pembebanan trafo sekitar 78 persen (1160/1500 = 77.3 persen). Untuk memperbaiki faktor daya dan untuk mencegah denda oleh pemasok listrik, pabrik menambahkan sekitar 410 kVAr pada beban motor. Hal ini meningkatkan faktor daya hingga 0,89, dan mengurangi kVA yang diperlukan menjadi 913 kVA, yang merupakan penjumlahan vektor kW dankVAr. Trafo 1500 kVA kemudian hanya berbeban 60 persen dari kapasitasnya. Sehingga pabrik akan dapat menambah beban pada trafonya dimasa mendatang. (Studi lapangan NPC)
Contoh 2. Sekelompok lampu pijar dengan tegangan 220V/58 W, digabungkan dengan 12 lampu TL 11 W, ada 30 buah lampu pijar dan lampu TL. Faktor daya terukur sebesar cos alpha1= 0,5. Hitunglah daya semu dari beban dan besarnya arus I1 sebelum kompensasi, Jika diinginkan faktor kerja menjadi cos alpha2=0,9. hitung besarnya arus I2 (setelah kompensasi).

a) Besarnya daya lampu gabungan

PG = (58 W x 18) + (11 W x 12) = 1176 watt = 1,176 kW
Cos phi1 = PG/S1 ->> S1 = Pg/Cos phi1 = 1,176kW/0,5 = 2,352 kVA.
I1 = S1/U = 2,352 kVA/220 V = 10,69 ampere (A)–> sebelum kompensasi
b) besarnya daya setelah kompensasi (cos phi = 0,9)
S2 = PG/Cos phi2 = 1,176 kW/0,9 = 1,306 kVA
maka I2 = S2/U= 1,306 kVA/220 V = 5,94 A –> setelah kompensasi
Keuntungan Perbaikan Faktor Daya dengan Penambahan Kapasitor
Keuntungan perbaikan faktor daya melalui pemasangan kapasitor adalah:

1. Bagi Konsumen, khususnya perusahaan atau industri:
• Diperlukan hanya sekali investasi untuk pembelian dan pemasangan kapasitor dan tidak ada biaya terus menerus.
• Mengurangi biaya listrik bagi perusahaan, sebab:
(a) daya reaktif (kVAR) tidak lagi dipasok oleh perusahaan utilitas sehingga kebutuhan total(kVA) berkurang dan
(b) nilai denda yang dibayar jika beroperasi pada faktor daya rendah dapat dihindarkan.
• Mengurangi kehilangan distribusi (kWh) dalam jaringan/instalasi pabrik.
• Tingkat tegangan pada beban akhir meningkat sehingga meningkatkan kinerja motor.
2. Bagi utilitas pemasok listrik
• Komponen reaktif pada jaringan dan arus total pada sistim ujung akhir berkurang.
• Kehilangan daya I kwadrat R dalam sistim berkurang karena penurunan arus.
• Kemampuan kapasitas jaringan distribusi listrik meningkat, mengurangi kebutuhan untuk memasang kapasitas tambahan.

METODA PEMASANGAN INSTALASI KAPASITOR

Cara pemasangan instalasi kapasitor dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Global compensation
Dengan metode ini kapasitor dipasang di induk panel ( MDP )
Arus yang turun dari pemasangan model ini hanya di penghantar antara panel MDP dan transformator. Sedangkan arus yang lewat setelah MDP tidak turun dengan demikian rugi akibat disipasi panas pada penghantar setelah MDP tidak terpengaruh. Terlebih instalasi tenaga dengan penghantar yang cukup panjang Delta Voltagenya masih cukup besar.
2. Sectoral Compensation
Dengan metoda ini kapasitor yang terdiri dari beberapa panel kapasitor dipasang dipanel SDP. Cara ini cocok diterapkan pada industri dengan kapasitas beban terpasang besar sampai ribuan kva dan terlebih jarak antara panel MDP dan SDP cukup berjauhan.
3. Individual Compensation
Dengan metoda ini kapasitor langsung dipasang pada masing masing beban khususnya yang mempunyai daya yang besar. Cara ini sebenarnya lebih efektif dan lebih baik dari segi teknisnya. Namun ada kekurangan nya yaitu harus menyediakan ruang atau tempat khusus untuk meletakkan kapasitor tersebut sehingga mengurangi nilai estetika. Disamping itu jika mesin yang dipasang sampai ratusan buah berarti total cost yang di perlukan lebih besar dari metode diatas
Komponen-komponen utama yang terdapat pada panel kapasitor antara lain:

1. Main switch / load Break switch
Main switch ini sebagai peralatan kontrol dan isolasi jika ada pemeliharaan panel . Sedangkan untuk pengaman kabel / instalasi sudah tersedia disisi atasnya (dari) MDP.Mains switch atau lebih dikenal load break switch adalah peralatan pemutus dan penyambung yang sifatnya on load yakni dapat diputus dan disambung dalam keadaan berbeban, berbeda dengan on-off switch model knife yang hanya dioperasikan pada saat tidak berbeban .
Untuk menentukan kapasitas yang dipakai dengan perhitungan minimal 25 % lebih besar dari perhitungan KVar terpasang dari sebagai contoh :
Jika daya kvar terpasang 400 Kvar dengan arus 600 Ampere , maka pilihan kita berdasarkan 600 A + 25 % = 757 Ampere yang dipakai size 800 Ampere.
2. Kapasitor Breaker.
Kapasitor Breaker digunakan untuk mengamankan instalasi kabel dari breaker ke Kapasitor bank dan juga kapasitor itu sendiri. Kapasitas breaker yang digunakan sebesar 1,5 kali dari arus nominal dengan I m = 10 x Ir.
Untuk menghitung besarnya arus dapat digunakan rumus
I n = Qc / 3 . VL
Sebagai contoh : masing masing steps dari 10 steps besarnya 20 Kvar maka dengan menggunakan rumus diatas didapat besarnya arus sebesar 29 ampere , maka pemilihan kapasitas breaker sebesar 29 + 50 % = 43 A atau yang dipakai 40 Ampere.
Selain breaker dapat pula digunakan Fuse, Pemakaian Fuse ini sebenarnya lebih baik karena respon dari kondisi over current dan Short circuit lebih baik namun tidak efisien dalam pengoperasian jika dalam kondisi putus harus selalu ada penggantian fuse. Jika memakai fuse perhitungannya juga sama dengan pemakaian breaker.
3. Magnetic Contactor
Magnetic contactor diperlukan sebagai Peralatan kontrol.Beban kapasitor mempunyai arus puncak yang tinggi , lebih tinggi dari beban motor. Untuk pemilihan magnetic contactor minimal 10 % lebih tinggi dari arus nominal ( pada AC 3 dengan beban induktif/kapasitif). Pemilihan magnetic dengan range ampere lebih tinggi akan lebih baik sehingga umur pemakaian magnetic contactor lebih lama.
5. Kapasitor Bank
Kapasitor bank adalah peralatan listrik yang mempunyai sifat kapasitif..yang akan berfungsi sebagai penyeimbang sifat induktif. Kapasitas kapasitor dari ukuran 5 KVar sampai 60 Kvar. Dari tegangan kerja 230 V sampai 525 Volt atau Kapasitor Bank adalah sekumpulan beberapa kapasitor yang disambung secara parallel untuk mendapatkan kapasitas kapasitif tertentu. Besaran yang sering dipakai adalah Kvar (Kilovolt ampere reaktif) meskipun didalamnya terkandung / tercantum besaran kapasitansi yaitu Farad atau microfarad. Kapasitor ini mempunyai sifat listrik yang kapasitif (leading). Sehingga mempunyai sifat mengurangi / menghilangkan terhadap sifat induktif (leaging)
6. Reactive Power Regulator
Peralatan ini berfungsi untuk mengatur kerja kontaktor agar daya reaktif yang akan disupply ke jaringan/ system dapat bekerja sesuai kapasitas yang dibutuhkan. Dengan acuan pembacaan besaran arus dan tegangan pada sisi utama Breaker maka daya reaktif yang dibutuhkan dapat terbaca dan regulator inilah yang akan mengatur kapan dan berapa daya reaktif yang diperlukan. Peralatan ini mempunyai bermacam macam steps dari 6 steps , 12 steps sampai 18 steps.

Peralatan tambahan yang biasa digunakan pada panel kapasitor antara lain:

- Push button on dan push button off yang berfungsi mengoperasikan magnetic contactor secara manual.
- Selektor auto – off – manual yang berfungsi memilih system operasional auto dari modul atau manual dari push button.
- Exhaust fan + thermostat yang berfungsi mengatur ambeint temperature (suhu udara sekitar) dalam ruang panel kapasitor. Karena kapasitor, kontaktor dan kabel penghantar mempunyai disipasi daya panas yang besar maka temperature ruang panel meningkat.setelah setting dari thermostat terlampaui maka exhust fan akan otomatis berhenti.


Timer Delay Relay

Penundaan waktu sirkuit relay adalah relay yang tetap menyala untuk waktu tertentu sekali diaktifkan. Ini relai waktu tunda yang terdiri dari rangkaian timer disetel yang mengendalikan relay yang sebenarnya. Waktu dapat disesuaikan dari 0 sampai sekitar 20 detik dengan bagian-bagian tertentu. Kapasitas saat ini sirkuit hanya dibatasi oleh jenis relay Anda memutuskan untuk menggunakan.

Note:
     R1 menyesuaikan waktu tunda pada.
     menggunakan kapasitor C1 yang berbeda untuk mengubah maksimum tepat waktu.
     S1 digunakan untuk mengaktifkan siklus waktu.




Koreksi Faktor daya (Cos φ) dan Rangkaian

Filosopi Youtube





Koreksi Faktor daya (Cos φ) dan Rangkaian Faktor daya yang rendah kebanyakan dihasilkan oleh peralatan yang digunakan dalam suatu perusahaan atau industry, seperti motor-motor listrik (terutama pada beban rendah), unit-unit ballast dari lampu pelepas serta transformator. Peralatan-peralatan seperti ini memerlukan daya reaktif induktif, yaitu daya listrik yang dibutuhkan untuk menghasilkan medan magnet. Tanpa daya reaktif induktif, daya listrik tidak dapat ditransfer melalu celah udara pada motor-motor listrik.

Untuk mencatu beban dengan kilowatt tertentu pada faktor daya yang rendah akan memerlukan arus yang lebih besar dibandingkan apabila faktor dayanya satu. Karena kerugian saluran dalam setiap saluran daya yang mencatu beban berbanding lurus dengan arus saluran, maka makin rendah faktor daya, kerugian saluran akan makin tinggi. Oleh karena itu, setiap perbaikan dalam faktor daya akan dapat menaikkan efisiensi sistem dan memperbaiki karakteristik kerja sistem tersebut.

Sistem tenaga listrik pada sebuah gedung-gedung besar seperti mall misalnya, yang sehari-hari sebagian besar menggunakan motor-motor listrik dan alat induktif lainnya, menyebabkan faktor daya menjadi sangat rendah misalnya berada pada rentang 0.6 - 0.8 sehingga kerugian saluran akan terasa sekali. Selain kerugian teknis, hal ini juga menyebabkan kerugian ekonomis, yaitu adanya kewajiban membayar tagihan rekening listrik kepada PT. PLN dalam jumlah yang cukup besar pada setiap bulannya.

Prinsip dasar dari peningkatan faktor daya adalah menyuntikkan suatu arus dengan fase mendahului ke dalam rangkaian agar menetralisir efek arus magnetisasi yang ketinggalan fase. Dalam kondisi ini energi yang dibutuhkan oleh medan magnet bersikulasi di antara peralatan koreksi dan instalasi yang dikoreksi sebagai pengganti antara instalasi dan sumber.

Untuk mengoreksi faktor daya yang rendah tersebut dapat menggunakan kapasitor statik yang dihubungkan ke sistem yang dicatu oleh PT. PLN maupun genset. Pemasangan kapasitor ini dapat menghindari overload dari tranformator, jatuh tegangan, naiknya suhu pada kabel (mengurangi rugi-rugi) dan memperbesar pemakaian daya aktif. Kapastitor-kapasitor statik ini terdiri dari elemen-elemen yang dipasang paralel dan dihubung delta. Kapasitor-kapasitor ini dilengkapi dengan tahanan pengosongan guna menjamin pengosongan otomatik jika sumber diputuskan.

Apabila ingin menggunakan Kapasitor Bank untuk mengoreksi faktor daya dapat menggunakan intalasi kapasitor bank dengan kompensasi terpusat. Contoh rangkaian pemasangan kapasitor bank dapat dilihat pada gambar berikut:




Semoga bermanfaat Filosopi Youtube...

MENGHUBUNGKAN SENSOR DAN PERANGKAT OUTPUT

MENGHUBUNGKAN SENSOR DAN PERANGKAT OUTPUT

1. Ringkasan
Menghubungkan perangkat eksternal (I/O) ke sebuah PLC merupakan suatu hal yang penting, sebab PLC yang berdiri sendiri tidaklah berarti apa-apa. Untuk bisa berfungsi semestinya, PLC membutuhkan sensor untuk memperoleh informasi dari lingkungan sekitar. Selain itu, peralatan eksekusi juga dibutuhkan sehingga memungkinkan program direalisasikan dalam kenyataan yang diinginkan. Konsep seperti ini sebenarnya diilhami dari fungsi kerja organ tubuh manusia. Dengan hanya memiliki otak saja tidaklah cukup. Manusia hanya bisa melaksanakan aktivitas penuhnya dengan cara memproses informasi yang diperoleh dari indra/sensor (mata, telinga, kulit, dsb) dan selanjutnya mengambil tindakan dengan menggunakan tangan, kaki ataupun beberapa alat bantu lainnya. Pada sebuah PLC, sensor harus dihubungkan pada PLC dengan cara yang sesuai sehingga bisa memberikan informasi yang dibutuhkan oleh PLC untuk kemudian memberikan sinyal kendali untuk peralatan output.

2. KONSEP SINKING/SOURCING
PLC memiliki saluran I/O yang terhubung pada suatu sistem yang akan dikendalikan. Input bisa berupa saklar maupun sensor, sementara itu output bisa berupa lampu indikator sederhana sampai modul komunikasi yang rumit. Bagian ini sangat penting karena mempengaruhi secara langsung peralatan yang bisa dihubungkan dan cara menghubungkannya.
Terdapat dua istilah yang sangat populer berkenaan dengan koneksi I/O, yaitu: “sinking” dan “sourcing”. Kedua konsep ini sangatlah penting untuk dipahami jika kita ingin menghubungkan sebuah PLC secara benar ke lingkungan eksternal.
Istilah sourcing (pensumberan) dan sinking (pembuangan) merujuk pada cara menghubungkan perangkat-perangkat dc ke PLC. Untuk sebuah unit input PLC, apabila yang digunakan adalah metode sourcing maka unit tersebut berfungsi sebagai sumber (source) arus bagi perangkat dc yang terhubung padanya. Dengan metode sinking, perangkat input dc menyediakan arus bagi unit input PLC. Untuk sebuah unit output PLC,apabila unit tersebut menyediakan arus bagi perangkat output maka unit dikatakan berada dalam keadaan sourcing dan apabila sebaliknya perangkat output menyediakan arus bagi unit output PLC maka unit dikatakan berada dalam keadaan sinking.
Setiap I/Omemiliki saluran baliknya tersendiri, dengan begitu 5 input seharusnya membutuhkan 10 terminal pada PLC. Sebagai gantinya, kita bisa mempergunakan suatu sistem yang memungkinkan hubungan beberapaperalatan input pada satu saluran balik seperti ditunjukkan pada Gambar 2.1. Saluran ini biasa ditandai dengan “COM” pada terminal PLC.


   
          Gambar 2.1 Menghubungkan beberapa peralatan input ke suatu saluran bersama


3 .  KONEKSI  INPUT
Untuk bisa mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki mengenai koneksi I/O, kita perlu menyatakannya secara lebih spesifik lagi. Contohnya dapat berupa koneksi dari peralataninput misalnya sensor proximity. Output dari sensor dapat bervariasi tergantung pada jenis sensor itu sendiri dan aplikasinya.Gambar 2.2 dan 2.3 menampilkan dua contoh dari output sensor dan koneksinya dengan PLC.

1.             Sumber DC
2.             Sensor proximity PNP
3.             Saklar
4.             Push button switch
5.             Kontak NO
6.             Saklar putar
7.             Unit utama
8.             Unit tambahan



                    
Gambar 2.2 Sourcing (koneksi input positip, S/S negatif)

      
Gambar 2.3 Singking (koneksi input negatif, S/S positip)



2. Sensor proximity NPN                         

Output sensor merupakan ukuran sinyal yang dihasilkan pada terminal outputnya ketika sensor ini bekerja. Dalam suatu kondisi, outputnya bisa saja berupa +V (catu daya tengangan, biasanya 12 atau 24V), dan dalam kondisi lainnya bisa berupa suatu GND (0V). Hal penting lainnya adalah bahwa pasangan sinking-sourcing dan sourcing-sinking lazim digunakan, dan bukannnya pasangan sourcing-sourcing atau sinking-sinking. Selanjutnya jika peralatan input memerlukan sumber dc dari luar PLC  maka cara menghubungkannya ditunjukkan pada Gambar 2.4 untuk sensor proximity PNP dan Gambar 2.5 untuk sensor proximity NPN.
   
                       Gambar 2.4                                                             Gambar 2.5


4.   KONEKSI  OUTPUT
Output PLC bisa berupaTransistor (Koneksi PNP maupun NPN) atau berupa rele. Rangkaian yang ditunjukkan pada Gambar 2.6dan 2.7menampilkan cara menghubungkan output PLC, masing-masing dengan output berupa rele dan transistor, ke peralatan eksternal. Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa perbedaan utama dari kedua rangkaian ini terletak pada posisi peralatan beban output. Peralatan beban output bisa berupa rele, lampu indikator, dsb.
Disamping itu, cara menghubungkan suatu peralatan pada output PLC tergantung pula pada elemen yang ingin dihubungkan. Sederhananya, hal ini tergantung pada apakah elemen dari peralatan beban output diaktifasi oleh catu daya positif atau yang negatif atau oleh catu daya bolak balik.

 
Gambar 2.6



 
Gambar 2.7
  
semoga bermanfaat...